By Rosadi Jamani
Pontianak.
Lain dulu lain sekarang. Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) di bawah
kepemimpinan M Zeet Hamdy Assovie menegaskan, jangan ada lagi ngebon. Gunakan
dan bina qori dan qoriah asli Kalbar saja.
“Saya
tegaskan, jangan ada lagi istilah ngebon. Nanti malah rugi dua kali. Apa yang
kita miliki itulah yang diberdayakan dan dibina,” tegas M Zeet dalam rapat
persiapan menjelang MTQ Bengkayang di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Senin
(24/3/2014).
Sikap
tegas M Zeet yang juga Sekda Kalbar ini lebih disebabkan adanya kebiasaan pakai
jalan pintas (ngebon). Ada sejumlah LPTQ tingkat kabupaten/kota mendatangkan
qori-qoriah atau hafiz-hafizah dari provinsi lain. Kebiasaan tersebut lebih
disebabkan minimnya pembinaan. Sehingga, potensi daerah menjadi tenggelam.
“Di
bawah kepemimpinan saya, pembinaan menjadi nomor satu. Makanya, saya gagas
Alquran Center. Di tempat inilah pembinaan qori-qoriah, hafiz-hafizah secara
intensif. Kita datangkan pelatih nasional,” tekad M Zeet yang juga Ketua PW NU
Kalbar ini.
Dia
berharap, instruksinya ini cepat direspon oleh seluruh LPTQ kabupaten/kota
se-Kalbar. Mantan Sekda Singkawang ini tidak mau persoalan ngebon menjadi
bumerang bagi kontingen Kalbar di MTQ Nasional. Lebih baik memberdayakan apa
yang dimiliki Kalbar, ketimbang memberdayakan provinsi lain.
“Saya
tegaskan juga untuk seluruh hakim, jangan ada istilah tak nyaman atau tak enak
dengan tuan rumah. Nilai sejujur-jujur dalam lomba nanti. Tak ada istilah tuan
rumah harus juara umum. Buang semua perasaan tak enak. Yang perlu ditonjolkan
adalah objektivitas agar lahir qori-qoriah, hafiz-hafizah yang benar-benar
terbaik,” instruksi M Zeet.
Selain
itu, orang nomor satu di birokrasi Pemprov Kalbar ini mendesak untuk cepat
dicarikan hakim nasional. Gunakan seluruh kekuatan agar bisa mendapat hakim
agar bisa membina para ahli tilawah Kalbar. Soal biaya jangan dipikirkan.
“Usahakan
secepatnya. Kita bergerak cepat. Semua itu tentunya untuk para tilawah kita,”
desaknya.
Satu
hal lagi yang menjadi fokus utamanya mengenai Alquran Center. Dia berharap
pihak Kanwil Kemenag Kalbar segera menyiapkan tempat di Asrama Haji. Sebab,
usai MTQ Bengkayang 27 April sampa 2 Mei 2014, LPTQ Kalbar segera melakukan
pembinaan di Alquran Center.
“Rencana
kita, sebulan penuh seluruh qori-qoriah dan hafiz-hafizah dibina di Alquran
Center. Mereka akan dibina oleh hakim nasional dan lokal Kalbar sendiri.
Harapan saya hanya semata-mata ada perbaikan peringkat Kalbar di tingkat
nasional, itu saja,” papar tokoh penting di balik berdirinya Universitas
Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar ini.
Usai
rapat, para pengurus LPTQ langsung meninjau Asrama Haji. Mereka ingin melihat
posisi Alquran Center yang masih menunggu kebijakan Kepala Kemenag Kalbar itu.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tempat pembinaan tidak ada lagi
persoalan.
“Kita
sudah rencanakan, di Alquran Center itulah kita akan melakukan pembinaan secara
serius. Tentunya kita bekerja sama dengan LPTQ kabupaten/kota. Kita tanggung
seluruh biaya pembinaan, sementara pihak LPTQ kabupaten/kota hanya menanggung
biaya transport,” paparnya.
Persoalan
baju seragam juga menjadi sorotan M Zeet. Untuk membuat baju seragam butuh
biaya besar. Kalau dana memungkinkan tidak ada persoalan. “Maksudnya saya,
jangan dana banyak dihabiskan hanya untuk
sesuatu yang tak begitu penting. Bagi saya yang sangat penting adalah
pembinaan. Bagaimana dana sepenuhnya tercurah untuk pembinaan itu,” ujarnya.
“Tidak
ada aturan kontingen pakai seragam. Boleh dong kalau tidak pakai jaz saat
devile nanti,” canda M Zeet.
Selain
rapat tersebut, LPTQ Kalbar juga mempersiapkan diri untuk mendengarkan expose
panitia lokal MTQ Bengkayang. Expose dilakukan di Kantor Gubernur Kalbar,
Selasa (25/3/2014). Bupati Bengkayang yang akan menyampaikannya langsung.
Seluruh pengurus LPTQ Kalbar diharapkan menghadiri acara tersebut. (ros)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar