Senin, 24 Maret 2014

Jangan Ada Lagi Ngebon



By Rosadi Jamani





Pontianak. Lain dulu lain sekarang. Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) di bawah kepemimpinan M Zeet Hamdy Assovie menegaskan, jangan ada lagi ngebon. Gunakan dan bina qori dan qoriah asli Kalbar saja.
“Saya tegaskan, jangan ada lagi istilah ngebon. Nanti malah rugi dua kali. Apa yang kita miliki itulah yang diberdayakan dan dibina,” tegas M Zeet dalam rapat persiapan menjelang MTQ Bengkayang di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Senin (24/3/2014).
Sikap tegas M Zeet yang juga Sekda Kalbar ini lebih disebabkan adanya kebiasaan pakai jalan pintas (ngebon). Ada sejumlah LPTQ tingkat kabupaten/kota mendatangkan qori-qoriah atau hafiz-hafizah dari provinsi lain. Kebiasaan tersebut lebih disebabkan minimnya pembinaan. Sehingga, potensi daerah menjadi tenggelam.
“Di bawah kepemimpinan saya, pembinaan menjadi nomor satu. Makanya, saya gagas Alquran Center. Di tempat inilah pembinaan qori-qoriah, hafiz-hafizah secara intensif. Kita datangkan pelatih nasional,” tekad M Zeet yang juga Ketua PW NU Kalbar ini.
Dia berharap, instruksinya ini cepat direspon oleh seluruh LPTQ kabupaten/kota se-Kalbar. Mantan Sekda Singkawang ini tidak mau persoalan ngebon menjadi bumerang bagi kontingen Kalbar di MTQ Nasional. Lebih baik memberdayakan apa yang dimiliki Kalbar, ketimbang memberdayakan provinsi lain.
“Saya tegaskan juga untuk seluruh hakim, jangan ada istilah tak nyaman atau tak enak dengan tuan rumah. Nilai sejujur-jujur dalam lomba nanti. Tak ada istilah tuan rumah harus juara umum. Buang semua perasaan tak enak. Yang perlu ditonjolkan adalah objektivitas agar lahir qori-qoriah, hafiz-hafizah yang benar-benar terbaik,” instruksi M Zeet.
Selain itu, orang nomor satu di birokrasi Pemprov Kalbar ini mendesak untuk cepat dicarikan hakim nasional. Gunakan seluruh kekuatan agar bisa mendapat hakim agar bisa membina para ahli tilawah Kalbar. Soal biaya jangan dipikirkan.
“Usahakan secepatnya. Kita bergerak cepat. Semua itu tentunya untuk para tilawah kita,” desaknya.
Satu hal lagi yang menjadi fokus utamanya mengenai Alquran Center. Dia berharap pihak Kanwil Kemenag Kalbar segera menyiapkan tempat di Asrama Haji. Sebab, usai MTQ Bengkayang 27 April sampa 2 Mei 2014, LPTQ Kalbar segera melakukan pembinaan di Alquran Center.
“Rencana kita, sebulan penuh seluruh qori-qoriah dan hafiz-hafizah dibina di Alquran Center. Mereka akan dibina oleh hakim nasional dan lokal Kalbar sendiri. Harapan saya hanya semata-mata ada perbaikan peringkat Kalbar di tingkat nasional, itu saja,” papar tokoh penting di balik berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama  (UNU) Kalbar ini.
Usai rapat, para pengurus LPTQ langsung meninjau Asrama Haji. Mereka ingin melihat posisi Alquran Center yang masih menunggu kebijakan Kepala Kemenag Kalbar itu. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tempat pembinaan tidak ada lagi persoalan.
“Kita sudah rencanakan, di Alquran Center itulah kita akan melakukan pembinaan secara serius. Tentunya kita bekerja sama dengan LPTQ kabupaten/kota. Kita tanggung seluruh biaya pembinaan, sementara pihak LPTQ kabupaten/kota hanya menanggung biaya transport,” paparnya.
Persoalan baju seragam juga menjadi sorotan M Zeet. Untuk membuat baju seragam butuh biaya besar. Kalau dana memungkinkan tidak ada persoalan. “Maksudnya saya, jangan dana banyak dihabiskan hanya  untuk sesuatu yang tak begitu penting. Bagi saya yang sangat penting adalah pembinaan. Bagaimana dana sepenuhnya tercurah untuk pembinaan itu,” ujarnya.
“Tidak ada aturan kontingen pakai seragam. Boleh dong kalau tidak pakai jaz saat devile nanti,” canda M Zeet.
Selain rapat tersebut, LPTQ Kalbar juga mempersiapkan diri untuk mendengarkan expose panitia lokal MTQ Bengkayang. Expose dilakukan di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (25/3/2014). Bupati Bengkayang yang akan menyampaikannya langsung. Seluruh pengurus LPTQ Kalbar diharapkan menghadiri acara tersebut. (ros)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar