Sabtu, 03 Mei 2014

Ustaz Komar: Semua Kita Harus Bergandengan Tangan

Ustaz Komar memberikan dakwah dan canda pada pada penutupan MTQ ke XXV
LPTQ Kalbar, Bengkayang

Penutupan MTQ ke XXV Provinsi Kalimantan Barat dihadiri H. Komar,  Anggota DPR RI yang juga didaulat sebagai pencerama.

Dalam dakwa dan canda yang disampaikan, H. Komar yang juga sebagai pelawak ini menyampaikan pesan penting terkait dengan pelaksanaan MTQ ke XXV Provinsi Kalimantan Barat.

Satu hal yang penring dari cerama yang disampaikan, Komar meminta semua elemen masyarakat bekerjasama dan bergandengan tangan untuk mencapai kesuksesan bersama.

"Kebersamaan akan bisa mengantarkan Kalimantan Barat kembali pada masa kejayaan seperti 25 tahun yang lalu," ujar Komar.

Kata Komar, semua pihak harur bersatu untuk kepentingan bersama. Para pejabat daerah, baik tingkat provinsi ataupun Kabupaten kota, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain sebagai harus bersatu untuk kepentingan yang lebih besar.

Tidak hanya berdakwa, dalam ceramahnya, komar menyisipkan canda canda yang memebuat para pendengan tertawa. Salah satu canda itu adalah, apa yang ada di dunia adalam wanita ataupun perempuan. Sebagai contoh, Pontianak itu adalah perempuan karena mpok npok, bogor itu perempuan karena mbok mbok. Banyak juga contoh  lain yang disampaikan Komar dan mebuat hadirin tertawa

Kabupaten Pontianak Juara Umum MTQ XXV

Wakil Gubernur Kalbar menyerahkan hadiah juara umum ke Wakil Bupati Pontianak
LPTQ Kalbar, Bengkayang

Kabupaten Pontianak dinobatkan sebagai juara umum pada pelaksanaan MTQ XXV Provinsi Kalimantan di Kabupaten Bengkayang.

Berdasarkan surat keputusan dewan hakim, Kabupaten Pontianak ini dinyatakan juaran umum setelah mempertimbangkan banyaknya gelar juara yang diperoleh.

Dalam Musabaqah Tilawatil Quran yang dimulai tanggak 27 April dan berakhir tanggak 2 Mei tersebut, Kabupaten Pontianak berhasil mengumpulkan sembilan mendali emas, tiga medali perak dan lima mendali perunggu.

Kabupaten Pontianak berhasil menyisihkan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya serta Kabupaten kota lainnya yang ikut serta.

Penyerahan piala juara umum dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Cristinady Sanjaya kepada Wakil Bupati Kabupaten Pontianak.

Pontianak Juara Stan terbaik

LPTQ Kalbar, Bengkayang

Stan Pontianak menjadi yang terbaik untuk pemilihan stan terbaik pada pameran Musabaqah Tilawatil Quran ke XXV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang.

Karena terbaik tersebut, Kota Pontianak berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan. Kalau pontianak juara satu, juara dua diraih oleh kontingan Kabupaten  Sintang, ketiga diperoleh Kota Singkawang, harapan satu Kabupaten Kubu Raya, dan Ketapang sebagai harapan dua.

Seiring pengumumang pemenang, pameran MTQ langsung ditutup oleh Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, Jumat (2/5).

Naon memberikan apresiasi terhadap peserta pameran dan memberikan ucapan selamat kepada para pemenang stan dengan gelar stan terbaik.

"Pameran ini sebagai sarana bagi kita untuk menunjukkan kreativitas. Kita berharap, acara seperti ini bisa memacu masyarakat untuk terus menumbuhkan kreativitas," ujarnya.

Koordinator pameran MTQ, Luter Wongkar mengungkapkan tingginya antusias masyarakat untuk mengunjungi stan pameran.

"Kita melaihat masyarakat kita antusias, setiap malam kunjungan masyarakat selalu ramai," jelasnya

Rabu, 30 April 2014

Hujan Menjadi Kendala Pameran

Lokasi Pameran pada MTQ ke XXV
LPTQ Kalbar, Bengkayang

Pengunjung di stand pameran di lokasi MTQ ke XXV berkurang karena kondisi alam yang tidak mendukung, satu diantaranya hujan yang menyiram bengkayang selama beberapa hari ini.

Karena pngaruh hujan tersebut, kondisi lingkungan pameran mengkhawatikan. Jalan yang dijadikan lokasi dan kebetulan belum diaspal sangat becek dan penuh lumpur karena siraman air hujan.

"Becek bang, malas rasenye nak jalan," demikian dikatakan Andy, salah seorang pengunjung stand pameran.

Melihat secara langsung ke lapangan, lokasi di saat hujan memang begitu memprihatinkan. Genang genang air yang mengumpul menghasilkan cair. Akibatnya lokasi begitu licin.

Layanan Kesehatan Untuk MTQ

LPTQ Kalbar, Bengkayang

Pelayanan maksimal diberikan panitia kepada seluruh peserta lomba dan seluruh masyarakat selama pelaksanaan MTQ ke XXV Provinsi Kalimantan Barat  di Kabupaten Bengkayang.

Salah satu pelayanan yang maksimal yang diberikan kepada para peserta dan masyarakat itu adalah layanan kesehatan. Pos pelayanan di siapkan di lokasi lokasi pertandingan.

"Kami dipercayai mengani posko kesehatan untuk lokasi MTQ di arena utama dan Mesjid Agung," demikian dikatakan Enny Nurmaulid, Kepala Puskuesmas Kecamatan Teriak.

Selama pelayanan yang dilaksanakan, keluhan peserta ataupun masyarakat pada saat pelaksanaan MTQ adalah kelelahan, pusing mag dan berbagai penyakit lainnya.

"Semua keluhan warga kita dengarkan, kalau perlu kita berikan obat," jelas Enny saat ditemui di arena utama.

Selain Puskesmas Kecamatan Terikat, ada tiga puskesmas lainnya yang dilibatkan, seperti puskesmas Bengkayang, Puskesmas Sungai Betung dan Puskesmas Lumar.

Penyisihan Perlombaan Berlangsung Lancar



LPTQ Kalbar, Bengkayang

Babak penyisihan untuk masing masing cabang perlombaan pada MTQ ke XXV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang berlangsung lancar.

Tidak ada kendala berarti yang menghambat peroses perlombaan selama digelar. Perlombaan sendiri dimaulai sejak Senin hingga Kamis.

"Untuk penyisihan rata rata sudah selesai, Kami besok tinggal final final saja," demikian diutarankan H. Miraj, Ketua Bidang Musabaqah.

Miraj menjelas, hambatan perlombaan terjadi pada awal. Hambatan itu seperti belum siapnya perlengkapan perlombaan.

"Itu terjadi hanya pada hari pertama, untuk hari kedua dan selanjutnya sudah berlangsung lancar," jelas Miraj.

Selasa, 29 April 2014

Peserta MTQ Cabang Cacat Netra Meningkat

LPTQ Kalbar, Bengkayang

Peningkatan jumlah peserta terjadi pada cabang tilawah cacat netra pada pelaksanaan MTQ ke XXV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang.

"Perkembangan yang menggembirakan untuk cabang cacat netra tahun ini, jumlah peserta meningkat dari tahun sebelumnya. Peserta cacat netra tahun ini sebanyak sembilas belas orang, sementara MTQ tahun sebelumnya baru sebelas atau dua belas orang," kata Ketua Majlis Hakim untuk tartil, tilawah anak anak dan cacat netra, H. Muhammad Azman Alka.

Selain jumlah peserta, Azman juga memberikan catatan penting terhadap usia pserta cacat netra yang ikut serta. Kata dia, peserta tidak lagi didominasi kaum dewasa berusia tiga puluh tahun ke atas, tapi juga diminati qori dan qoriah anak anak.

"Ini menunjukkan, cabang ini semakin diminati, dan kita harus memberikan perhatian serius," tambahnya.

Untuk penjurian, Azman menjelaskan untuk penilaian pada cabang tilawah cacat netra tidak beda dengan cabang tilawah lainnya. 

"Penilaian yang kita lakukan pada suara, lagu, fashohah dan tajwid," jelas Azman.